Kebijakan Satu Peta sebagai Pilar Reforma Agraria

  Radar Istana.Jakarta –  Jajaran kementerian/lembaga (K/L) baik di pusat maupun daerah perlu saling terbuka dan bersinergi untuk menyelesai...

 


Radar Istana.Jakarta –

 Jajaran kementerian/lembaga (K/L) baik di pusat maupun daerah perlu saling terbuka dan bersinergi untuk menyelesaikan persoalan pertanahan, termasuk dalam melaksanakan Program Strategis Nasional (PSN) Reforma Agraria. Hal tersebut disampaikan Presiden Republik Indonesia (RI), Joko Widodo saat membuka pertemuan Puncak Gugus Tugas Reforma Agraria atau GTRA Summit 2022 di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara yang diselenggarakan oleh Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) pada 9 Juni lalu.


Senada dengan Presiden RI, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra mengatakan bahwa hal ini menjadi momentum kolaborasi lintas sektor terutama dalam mengeluarkan Kebijakan Satu Peta sebagai pilar Reforma Agraria. Kebijakan Satu Peta bisa dilakukan dengan menyamakan peta antar kementerian/lembaga, sehingga memberikan kepastian hukum yang berkeadilan serta menyelesaikan tumpang tindih pemanfaatan lahan.


“Kementerian/lembaga, pemerintah daerah, pusat, dan semua pihak termasuk teman-teman CSO (Civil Society Organization, red) bisa membuktikan apa yang diminta oleh Presiden dalam pembukaan GTRA Summit di Wakatobi. Kebijakan Satu Peta adalah mimpi besar kita untuk mewujudkan Reforma Agraria yang tidak hanya memberikan hak atas tanah atau akses pada masyarakat, tapi ini betul-betul memberikan kepastian hukum yang berkeadilan,” ujarnya dalam Rapat Koordinasi GTRA Provinsi Jawa Timur secara daring, Selasa (14/06/2022).


Ia melanjutkan, kolaborasi lintas sektor telah terbukti dapat dilakukan, seperti yang terjadi di Kabupaten Wakatobi. Kementerian ATR/BPN bekerja sama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memberikan hak atas tanah bagi masyarakat suku Bajo yang tinggal di atas air. Selanjutnya, pemerintah daerah bertugas menjalankan penataan akses bagi masyarakat tradisional yang menetap di wilayah perairan tersebut.


“Kita memberikan satu terobosan penting dengan memberikan mereka hak atas tanah, yaitu Hak Guna Bangunan atau HGB yang sifatnya sementara dan alasnya adalah izin dari KKP, izin persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (KKPRL). Memang haknya terbatas, tapi inilah bukti kolaborasi dua kementerian, ada pemerintah daerah yang harus mengajukan permohonan, kita yang kemudian mengukur dan menetapkan pemberian hak, yang memberikan izin adalah KKP. Pemerintah daerah diharapkan setelahnya memberikan pemberdayaan, memberikan asupan-asupan, program-program pembangunan di daerah itu supaya betul-betul ada langkah kolaboratif,” tegas Surya Tjandra.


Sementara itu, dalam konteks Jawa Timur atau Pulau Jawa secara umum, Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN mengungkapkan adanya aturan baru yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yakni SK Nomor 287 Tahun 2022 tentang Penetapan Kawasan Hutan Dengan Pengelolaan Khusus Pada Sebagian Hutan Negara Yang Berada Pada Kawasan Hutan Produksi Dan Hutan Lindung Di Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Jawa Timur, Provinsi Jawa Barat, dan Provinsi Banten. Harapannya, rapat yang berlangsung hari ini dapat melihat peluang yang muncul dari aturan tersebut.


“Jadi memang ada ruang dan peluang untuk kita mendukung proses ini. Yang pasti seluruh peserta di Jawa Timur ini bisa sama-sama memikirkan. Ini baik dan penting sekali, terobosan yang luar biasa diterbitkan oleh Menteri LHK, tapi menimbulkan risiko atau ekses yang perlu kita mitigasi bersama. Jangan biarkan KLHK menghadapi ini sendiri, karena BPN rasanya mampu memberikan bantuan yang tadi dipesankan Presiden, kerja sama lintas sektor untuk membantu peluang yang bisa diberikan dalam penyelesaian kasus atau masalah agraria yang melibatkan kehutanan,” papar Surya Tjandra.


Adapun dalam kegiatan ini, turut hadir Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa; Direktur Landreform Kementerian ATR/BPN, Sudaryanto; jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi Jawa Timur beserta para Kepala Kantor Pertanahan se-Jawa Timur. (ZD)

COMMENTS

Nama

Aceh,260,Aceh barat,5,Aceh besar,5,Aceh singkil,133,Aceh tengah,1,Aceh timur,28,Aceh utara,1,bali,1,Banda Aceh,49,Bandar Lampung,20,Bandung,9,Bandung Barat,2,bangka,3,Bangka Belitung,430,Bangka Selatan,10,Bantaeng,1,Banten,5,banyuasin,5,banyuwangi,1,Barito selatan,2,Barito timur,391,Barito Utara,50,Batam,69,Batang,2,Batu Bara,2,Bekasi,21,bener meriah,242,Bengkalis,5,bengkulu,1,Bogor,6,bukit tinggi,11,china,1,ciamis,1,cikarang,1,cileungsi,1,cimahi,1,Demak,11,denpasar,1,depok,1,dumai,3,garut,1,indonesia,4,Jakarta,167,jambi,14,Jawa barat,2,Jawa tengah,2,Jawa timur,2,jayapura,1,jogjakarta,1,Kab Bekasi,2,Kab. Bekasi,1,Kab. Way Kanan,8,Kab.Sintang,31,Kalbar,39,Kalideres,1,Kalimantan timur,1,Kalteng,58,kaltim,1,kampar,1,Kapuas hulu,426,Kayong utara,82,kayonh,1,klaten,1,Kuantan Singingi,2,Kudus,1,labuhan batu,14,labuhan hantu,3,Lampung,12,Lampung Tanggamus,1,Lampung Tengah,7,Lampung timur,1,Lampung Utara,82,Lamsel,1,Lebak,1,lombok,1,lumajang,1,Madiun,1,magelang,1,majalengka,1,makasar,4,Makassar,8,maluku,1,Manado,1,manokwari,1,Medan,53,Melawi,21,menggala,1,MESUJI,100,Mojokerto,2,Muara Enim,3,MUBA,205,MURATARA,217,Nagan raya,5,Nias,1,Padang,2,Pakpak Bharat,3,palangkaraya,7,palembang,24,pamulang,1,Pandeglang,306,pangkal pinang,33,Papua,14,pasawaran,95,pasuruan,1,pekalongan,1,Pekanbaru,3,pemalang,1,phakphak barat,1,plakat tinggi,1,ponorogo,9,Pontianak,8,pringsewu,1,probolinggo,1,purwakarta,1,Rawajitu,1,Riau,2132,Sabang,1,sabulussalam,1,SAMARINDA,2,Sanggau,4,Sekayu,60,Selayar,1,Semarang,2,Serang,13,simalungun,91,solo,1,subang,1,subulussalam,133,Sulawesi barat,226,Sulawesi Selatan,1,sumsel,2,surabaya,3,surakarta,1,Taliabu,22,tanah jawa,2,tanggerang,3,tasikmalaya,1,Tekini,9,Terini,2,Terkini,7222,Terkinu,14,tulang bawang,510,TULANG BAWANG BARAT,18,Tulungagung,21,Yogyakarta,1,
ltr
item
Radar Istana: Kebijakan Satu Peta sebagai Pilar Reforma Agraria
Kebijakan Satu Peta sebagai Pilar Reforma Agraria
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIuRCI_aKsPt5pjgjG-Aumhoo5nSu1mCrSGG1gkbjAD8UjAkc5Cn2tJbLX7fewfDutyxUnlizk9eHbgxR2sRpo9NXsUpd8fw_AqhP4ZbkC-DxxVFMvg8HAMhCagGkq9MzV-jJm9GA-ZTlzTVj044ebEuCxUSHuhxPgxs4FMYWspbgV-_mQ796FreVERA/s320/IMG-20220616-WA0022.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIuRCI_aKsPt5pjgjG-Aumhoo5nSu1mCrSGG1gkbjAD8UjAkc5Cn2tJbLX7fewfDutyxUnlizk9eHbgxR2sRpo9NXsUpd8fw_AqhP4ZbkC-DxxVFMvg8HAMhCagGkq9MzV-jJm9GA-ZTlzTVj044ebEuCxUSHuhxPgxs4FMYWspbgV-_mQ796FreVERA/s72-c/IMG-20220616-WA0022.jpg
Radar Istana
https://www.radaristana.com/2022/06/kebijakan-satu-peta-sebagai-pilar.html
https://www.radaristana.com/
https://www.radaristana.com/
https://www.radaristana.com/2022/06/kebijakan-satu-peta-sebagai-pilar.html
true
8630875968892988369
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy