Lembaga L KPK Dan PKN Minta Kepada APH Mengusut Proyek RHL senilai Rp.576.450.000 TA 2019-2021 Di Aceh Singkil:

  Aceh Singkil:Radaristana com.  Lembaga L KPK Aceh singkil Beserta lembaga Pemantau Keuwangan Negara (PKN) Desak APH - Mengusud tuntas kasu...

 





Aceh Singkil:Radaristana com.

 Lembaga L KPK Aceh singkil Beserta lembaga Pemantau Keuwangan Negara (PKN) Desak APH - Mengusud tuntas kasus proyek Rehabilitasi Hutan di Aceh singkil Telah merugikan keuwangan Negara.


Awak media ini mengkonfirmasi kedua lembaga ini dalam siaran PERS nya Mengtakan Sene tgl.27/6/2022 Peroyek Rehabilitasi Hutan."-

Di Kecamatan Singkil Utara kabupaten Aceh singkil Sangat Bermasalah,Dikernakan Berdasarkan pemantauan kami di lokasi Penanaman Rehablitasi Hutan jalas2 Penanaman pohon dangan pengadaan bibit sangat tidak sesuai dengan sepek.


Kami kadua Lembaga beserta Masyarakat sekitsr langsung terjun ke lokasi tsb.ternyata yang kami temukan hanya hamparan lokasi tanpa ada di tanam kami Memcoba mengkonpirmasi  Penanggung pelaksanaan Teknis Kerja PPTK. PPK melalui Telfon seluler jangankan dijawab mebelokir kedua No Lembaga tersebut dikernakan enggan di konpirmasi masalah peroyrk tersebut sehing berita ini di layangkan.


Kami atas Nama kedua lembaga.L KPK Dan Lembaga PKN Aceh singkil mendesak kakanwil Polhut Provisi Aceh

Program Penghijauan Nasional Rehabilitasi Hutan Lahan (RHL) tahun 2019 seluas 50 hektar dilaksanakan Balai pengelola DAS dan Hutan lindung. Hal ini dengan tujuan untuk merehabilitasi Lahan kritis di prioritas, Das rawan bencana, daerah tangkapan air waduk, dan daerah tangkapan air danau dan memulihkan mempertahankan fungsi hutan dan lahan sehingga daya dukung, produktivitas dalam sistim penyangga kehidupan tetap terjaga, Menambahkan."-


Kabupaten Aceh Singkil tahun 2019 dengan Paket XX untuk penanaman RHL pada wilayah kerja UPTD KPH wilayah IV, Di kecamatan Singkil Utara Desa gosong telaga Selatan dengan luas 50 Ha. Dengan biaya anggaran yang dikucurkan Rp 576.450.000,-


Berdasarkan investigasi tim di aceh Singkil pada selasa 8 Maret 2022 lalu, bahwa kondisi bibit yang ditanam oleh pihak Kontraktor Pelaksana sangat banyak bibit yang mati, Banyak yang tidak ditanam, bibit tidak sesui dengan spekteknis /sangat kecil, dan sistim penanaman mulai dari lobang tanam, ajir, pemupukan, perawatan Bibit tidak sesuai, “Sementatara itu juga sekretaris Tim Perkumpulan Pemantau Keuangan Negara (PKN) Aceh Singkil Buyung Sanang menghubungi Anton yang sebagai PPTK disatuan kerja BPDAS Wampu sei ular Sumatra Utara via Watshap meminta tanggapan, namun yang bersangkutan tidak memberikan tanggapan dan bahkan PPTK tersebut Memblokir Nomor Watshap Sekretaris PKN Aceh Singkil tersebut ada apakah gerangan,” tuturnya Buyung Sanang,"


Dengan peraturan direktur jenderal pengendalian daerah aliran sungai dan hutan lindung nomor : p.4/PDASHL/set/kum.1/7/2018.

Tidak adanya pengawasan yang intensip dari ppk, pptk dan konsultan pengawas / pendamping sesuai dengan peraturan menteri Lingkungan hidup dan kehutanan Ri nomor : p.13/menLHK/setjen/kum.1/4/2019 tentang Pendaping kegiatan dibidang kehutanan sesuai dgn pasal 1 ayat 2 dan pasal 3 ayat 1.


Dan Menurut warga setempat yang enggan disebutkan namanya “Ada pun yang di tanam bibit yang program ini hanya di pinggir jalan saja yang kedalamannya tidak ada, dan yang paling aneh yang di tanam itu, siap di taman tidak ada perawatan dengan baik semenjak tahun 2019, di tanam bisa dikatakan hanya sampai tanaman mati tidak ada pernah di perhatikan siapapun justru itu bibit yang di tanam di perhitungkan mati semua.


Menurut pantauan tim hampir 80 persen kondisi bibit yang mati, bibit tidak ditanam hal ini pihak kontraktor pelasana, ppk, pptk, pengawas / pendamping dan pihak kantor Balai pengelola DASHL sei wampu sumatera utara wajib bertanggung jawabatas atas kerugian negara nilainya Ratusan Juta itu yang diperuntukkan Program Penghijauan Nasional RHL tahun 2019 seluas 201.000 hektar dilaksanakan di 19 provinsi 34 Balai pengelola DAS dan Hutan lindung Seindonesia. Hal ini dengan tujuan untuk merehabilitasi Lahan kritis di Das prioritas ,Das rawan bencana, daerah tangkapan air waduk, dan daerah tangkapan air danau dan memulihkan mempertahankan fungsi hutan dan l

COMMENTS

Nama

Aceh,260,Aceh barat,5,Aceh besar,5,Aceh singkil,133,Aceh tengah,1,Aceh timur,28,Aceh utara,1,bali,1,Banda Aceh,49,Bandar Lampung,20,Bandung,9,Bandung Barat,2,bangka,3,Bangka Belitung,430,Bangka Selatan,10,Bantaeng,1,Banten,5,banyuasin,5,banyuwangi,1,Barito selatan,2,Barito timur,391,Barito Utara,50,Batam,69,Batang,2,Batu Bara,2,Bekasi,21,bener meriah,242,Bengkalis,5,bengkulu,1,Bogor,6,bukit tinggi,11,china,1,ciamis,1,cikarang,1,cileungsi,1,cimahi,1,Demak,11,denpasar,1,depok,1,dumai,3,garut,1,indonesia,4,Jakarta,167,jambi,14,Jawa barat,2,Jawa tengah,2,Jawa timur,2,jayapura,1,jogjakarta,1,Kab Bekasi,2,Kab. Bekasi,1,Kab. Way Kanan,8,Kab.Sintang,31,Kalbar,39,Kalideres,1,Kalimantan timur,1,Kalteng,58,kaltim,1,kampar,1,Kapuas hulu,426,Kayong utara,82,kayonh,1,klaten,1,Kuantan Singingi,2,Kudus,1,labuhan batu,14,labuhan hantu,3,Lampung,12,Lampung Tanggamus,1,Lampung Tengah,7,Lampung timur,1,Lampung Utara,82,Lamsel,1,Lebak,1,lombok,1,lumajang,1,Madiun,1,magelang,1,majalengka,1,makasar,4,Makassar,8,maluku,1,Manado,1,manokwari,1,Medan,53,Melawi,21,menggala,1,MESUJI,100,Mojokerto,2,Muara Enim,3,MUBA,205,MURATARA,217,Nagan raya,5,Nias,1,Padang,2,Pakpak Bharat,3,palangkaraya,7,palembang,24,pamulang,1,Pandeglang,306,pangkal pinang,33,Papua,14,pasawaran,95,pasuruan,1,pekalongan,1,Pekanbaru,3,pemalang,1,phakphak barat,1,plakat tinggi,1,ponorogo,9,Pontianak,8,pringsewu,1,probolinggo,1,purwakarta,1,Rawajitu,1,Riau,2132,Sabang,1,sabulussalam,1,SAMARINDA,2,Sanggau,4,Sekayu,60,Selayar,1,Semarang,2,Serang,13,simalungun,91,solo,1,subang,1,subulussalam,133,Sulawesi barat,226,Sulawesi Selatan,1,sumsel,2,surabaya,3,surakarta,1,Taliabu,22,tanah jawa,2,tanggerang,3,tasikmalaya,1,Tekini,9,Terini,2,Terkini,7222,Terkinu,14,tulang bawang,510,TULANG BAWANG BARAT,18,Tulungagung,21,Yogyakarta,1,
ltr
item
Radar Istana: Lembaga L KPK Dan PKN Minta Kepada APH Mengusut Proyek RHL senilai Rp.576.450.000 TA 2019-2021 Di Aceh Singkil:
Lembaga L KPK Dan PKN Minta Kepada APH Mengusut Proyek RHL senilai Rp.576.450.000 TA 2019-2021 Di Aceh Singkil:
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjx8SaYNH1KWMdJJRv7JpIfus9_A4q8WuBu-S-dNJ4qvus0q5uWAbIAgnkveqye5CHD7G0VUYvWsBixfzCWb8v6I0APN479ZvFiq-ba7C5bi1ucO-xiZXiMlyz1sTQcoQs4UuI7b9jthsF00LTPi3T2Kxybw49lhCQKLv1u5PiGoZaKKxvhNTjs6Px59g/s320/IMG-20220627-WA0105.jpg
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjx8SaYNH1KWMdJJRv7JpIfus9_A4q8WuBu-S-dNJ4qvus0q5uWAbIAgnkveqye5CHD7G0VUYvWsBixfzCWb8v6I0APN479ZvFiq-ba7C5bi1ucO-xiZXiMlyz1sTQcoQs4UuI7b9jthsF00LTPi3T2Kxybw49lhCQKLv1u5PiGoZaKKxvhNTjs6Px59g/s72-c/IMG-20220627-WA0105.jpg
Radar Istana
https://www.radaristana.com/2022/06/lembaga-l-kpk-dan-pkn-minta-kepada-aph.html
https://www.radaristana.com/
https://www.radaristana.com/
https://www.radaristana.com/2022/06/lembaga-l-kpk-dan-pkn-minta-kepada-aph.html
true
8630875968892988369
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy