Parimo-radaristana.com Bahan Bakar Minyak ( BBM ) jenis solar jadi rebutan ,SPBU Mensung jadi sorotan publik karena pengepul BBM jenis ...
Parimo-radaristana.com
Bahan Bakar Minyak ( BBM ) jenis solar jadi rebutan ,SPBU Mensung jadi sorotan publik karena pengepul BBM jenis solar di duga menyalahgunakan barcode milik petani dan nelayan di wilayah itu.
Hal ini di ungkapkan salah seorang warga bernama Faisal,SH melalui laporan tertulis kepada Wartawan radaristana.com,jum'at 19/12/2025.
Dia mengatakan para pengepul dan oknum karyawan SPBU di duga berkedok petani dan nelayan agar bisa menggunakan barcode kelompok tani dan nelayan untuk membeli subsidi solar di SPBU mensung.Hal tersebut berlangsung selama di berlakukan barcode di SPBU Mensung
Dia menjelaskan dari keterangan para sopir yang ikut dalam antrian mobil yang terisi setiap harinya hanya sekitar 30 mobil berdasarkan nomor antrian mobil besar di batasi 650 Ribu per mobil.
Sementara mobil kecil hanya 400 ribu artinya jumlah untuk kendaraan kurang lebih 3 ton dari 8 ton yang masuk perharinya ini yang menjadi keluhan para sopir.
Bahkan kata Faisal kurang lebih sekitar 2 Minggu Lalu,tepatnya di hari Minggu solar masuk sekitar jam 1100 siang ironisnya solar yang isinya 8 ton tersebut tidak di jual.
Untuk berita ini lebih berimbang wartawan radaristana.com melakukan konfirmasi kepada manager SPBU Mensung Farid pundanga melalui via handphone mengatakan sebagai pemegang edisi tidak mungkin barcode ini saya anggap illegal artinya saya tetap terima dan saya melakukan pelayanan itu kan sesuai kuota yang ada artinya disini secara bervariasi ada dapatkan dua galon ada tiga galon secara bervariasi.
Dengan banyaknya Barcode saat lagi panen raya di kota raya saya juga tidak mungkin karena koordinasi saya lakukan tingkat UPTD itu sangat jelas mulai dari kecamatan ongka,kecamatan mepanga,kecamatan Tomini.
Farid menjelaska Kalau bentuk pelanggaran di anggap pengumpul nah sistim petani di sini tidak rata-rata datang semua saya sudah bicara dengan UPTD saya katakan mengapa bukan petani yang datang kalau ketua kelompoknya hanya memberikan surat kuasa pada orang -orang yang di anggap di utus untuk mengambil,karena mereka petani ini tidak mau menunggu minyak lama kendati mereka bayar jasa orang mengambil dan mengantar di buatkan surat kuasa dari kelompok masing-masing dianggap lah pengumpul menurut padangan pak faisal
Nah kemudian menyangkut mobil ya daya 650 pertangki saya mengacu pada tangki standar tangki rakitan petunjuk dari Pertamina kemudian kuota mobil kecil empat roda 400 ribu itu betul tidak salah kemudian dia jelaskan lagi tentang minyak hari Minggu betul hari Minggu itu minyak saya tidak jual tapi di jual di hari senin,pagi saya jual 8 ton sore 8 ton tidak saya pakai di galon,boleh tanya saksi disini banyak.semua tahu.
Kalau untuk pengeluhan sopir,ya sopir yang mana ? Nah saya berdasarkan cat nota yang saya berikan 30 nota ,adapun mobil yang tidak kebagian nota yang saya bagikan pagi itu saya bilang silahkan masuk tapi saya tidak samakan penggunaan 650 ribu saya kasih 500 -600 bervariasi.
Kalau ada petani tidak datang karena kesibukan kerja , boleh di wakili untuk memudahkan petani itu sendiri dan di layani terkait barcode ini bukan urusan kami ini adalah urusan dinas kalau dinas keluarkan rekomendasi itu di tujukan ke SPBU mensung kira-kira ada hak saya untuk di tolak ?
Mari kita kedepankan rasa persaudaraan bukan emosional ,kita bicarakan baik-baik.
Penjelasan saya hanya sebatas itu hari Minggu tidak ada penjualan karena gangguan jaringan hanya saja di jual hari senin.
"Sementara untuk saat ini panen saya bagi itu untuk kelompok -kelompok petani dan nelayan. terkait pengumpul itu yang di maksud itu orang -orang yang memegang surat kuasa dari petani yang mengambilkan petani punya minyak di beberapa kelompok sehingga di bilang pengepul,disini ada petani bayarnya setelah panen mereka pengepul ini yang membiayai untuk menyuplai bayarnya nanti panen,urusan antara petani dan pengepul itu urusanya mereka,kita hanya menyalurkan berdasar rekomendasi resmi sesuai kecukupan kuata ,tidak mungkin urusan mereka harus saya kontrol terlalu jauh saya pegang Edisi sendiri dan saya tidak bisa lepas di kasih karyawan lain supaya saya bisa kontrol artinya apa yang menjadi petunjuk dari Pertamina dan PPH migas itu saya jalankan disini kalau tidak sesuai dengan barcode saya tolak".ucapnya melalui saluran telephon Jum'at 19/12/2025.
SIDIK,SH

COMMENTS