Pandeglang,radaristana.com Pemerintah Desa Teluklada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, berhasil menuntaskan seluruh program...
Pandeglang,radaristana.com
Pemerintah Desa Teluklada, Kecamatan Sobang, Kabupaten Pandeglang, Banten, berhasil menuntaskan seluruh program pembangunan skala prioritas pada Tahun Anggaran 2025. Capaian ini menjadi cerminan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) yang transparan, akuntabel, serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Sekretaris Desa Teluklada, Ade Ridwan, menyampaikan bahwa seluruh realisasi APBDes 2025 telah dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan dan keputusan hasil musyawarah desa.
“Seluruh anggaran desa Tahun 2025 telah direalisasikan 100 persen sesuai peruntukannya. Mulai dari penghasilan tetap aparatur desa, jaminan sosial, hingga program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan fisik,” ujar Ade Ridwan, Senin (26/1/26).
Ia menjelaskan, penghasilan tetap Kepala Desa dan Perangkat Desa yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) telah tersalurkan sepenuhnya. Jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan aparatur desa juga seluruhnya dibiayai dari ADD, termasuk tunjangan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) yang terealisasi 100 persen.
Selain itu, insentif bagi Lembaga Kemasyarakatan Desa (LKD) yang meliputi RT, RW, guru ngaji, Linmas, serta kader Posyandu telah disalurkan secara penuh melalui Dana Desa (DD) dan ADD.
Pada sektor perlindungan sosial, Pemerintah Desa Teluklada menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD) kepada 10 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) selama 12 bulan dan terealisasi 100 persen dari Dana Desa.
Di bidang penguatan ekonomi desa, pemerintah desa menyalurkan penyertaan modal kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sebesar Rp20 juta yang bersumber dari Dana Desa dan Bantuan Provinsi (Banprov). Melalui Program Ketahanan Pangan, sebanyak 20 persen Dana Desa dialokasikan untuk sewa lahan pertanian seluas 4 hektare selama satu tahun dengan proyeksi laba bersih mencapai Rp18 juta per tahun.
Sektor pembangunan fisik juga menjadi perhatian. Sepanjang 2025, Pemerintah Desa Teluklada merealisasikan pembangunan rabat beton di Kampung Kalang Anyar dan Kampung Bhakti, paving blok di Kampung Sadar, Kampung Teladan, dan Kampung Tawekal, pengurugan lapangan, serta pembangunan tembok penahan tanah (TPT).
Selain itu, desa menerima dukungan program lintas sektor, seperti Pamsimas di Kampung Kelapa Cagak, Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) sebanyak 10 unit rumah, serta pemeliharaan kantor dan pagar desa yang bersumber dari ADD dan Banprov.
Kepala Desa Teluklada, H. Junaedi Effendy Hidayat, menegaskan bahwa seluruh program dan penggunaan anggaran desa diarahkan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat.
“Kami berkomitmen menjalankan pemerintahan desa secara terbuka dan bertanggung jawab. Setiap rupiah anggaran harus memberikan manfaat nyata bagi warga serta mendorong kemajuan Desa Teluklada,” tegasnya.
Namun demikian, Junaedi juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kondisi infrastruktur jalan desa yang hingga kini masih banyak mengalami kerusakan selama dirinya menjabat tiga periode.
Ia menjelaskan bahwa persoalan jalan tidak terlepas dari kondisi geografis Desa Teluklada, di mana permukiman warga tersebar dalam blok-blok sehingga kebutuhan pembangunan infrastruktur jalan sangat besar.
“Berdasarkan data, total panjang jalan di Desa Teluklada mencapai kurang lebih 15.338 meter. Sementara kemampuan pembangunan fisik jalan yang bersumber dari Dana Desa maupun bantuan dinas terkait hanya sekitar 400 sampai 500 meter per tahun,” ungkapnya.
Dengan keterbatasan anggaran tersebut, lanjut Junaedi, secara realistis dibutuhkan waktu sekitar 40 hingga 50 tahun agar seluruh ruas jalan desa dapat terbangun secara menyeluruh.
“Kami mohon masyarakat dapat memahami kondisi ini. Pemerintah desa tetap berupaya membangun secara bertahap sesuai kemampuan anggaran yang tersedia,” pungkasnya.
Dengan rampungnya realisasi anggaran dan program pembangunan Tahun 2025, Pemerintah Desa Teluklada berharap hasil pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat sekaligus menjadi fondasi bagi pembangunan desa yang berkelanjutan di tahun-tahun mendatang.
(Wan’s/ Din)

COMMENTS