SYUKUR HT Polman,Radariatana.Com– Dalam Rapat Dengar Pendapat(RDP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama Jaringan Oposisi Loyal(JOL) caba...
SYUKUR HT
Polman,Radariatana.Com–
Dalam Rapat Dengar Pendapat(RDP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) bersama Jaringan Oposisi Loyal(JOL) cabang Polman secara resmi melayangkan kritik tajam terhadap operasional Satuan Pelayanan (Satpel) atau dapur umum program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kabupaten Polman. HMI dan JOL menilai pelaksanaan program nasional tersebut di tingkat lokal berjalan jauh dari standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.Keritikan tersebut terungkap saat dalam Rapar Dengar Pendapat(RDP)diruang Aspirasi DPRD Kabupaten Polman,10/02/2026.
Berdasarkan hasil investigasi dan pemantauan HMI dan JOL di lapangan,ditemukan berbagai indikasi ketidaksesuaian standar, mulai dari infrastruktur dapur yang kurang memadai juga pengolahan limblah hingga proses pengolahan makanan yang diragukan kebersihannya.
"Kami menemukan bahan dapur yang digunakan untuk memproduksi makanan bagi anak-anak sekolah di Polman ini belum memenuhi standar kelayakan, baik dari segi higienitas maupun fasilitas pendukung. Ini program besar, tapi eksekusinya di lapangan terkesan asal-asalan,"tegasnya.
"Jika dapurnya saja tidak sesuai standar, bagaimana kita bisa menjamin kualitas gizinya tetap terjaga sampai ke tangan penerima manfaat?" tambahnya
HMI dan Jol Cabang Polman mendesak Badan Gizi Nasional dan Pemerintah Daerah untuk segera melakukan evaluasi total terhadap pengelola dapur MBG di Polman. Mereka menuntut adanya transparansi terkait sertifikasi kelayakan dapur .
"Kami tidak ingin program mulia ini hanya menjadi ajang formalitas atau justru merugikan kesehatan siswa karena standar yang diabaikan. HMI akan terus mengawal ini, dan jika tidak ada perbaikan dalam waktu dekat, kami akan mengambil langkah organisasi yang lebih tegas," pungkasnya.
HMi meminta kepada Pemda dan DPRD Polman untuk menutup dapur MBG yang beroperasi tidak mengikuti aturan yang ada terkait SPPG dibawah Badan gizi Nasional.
Menanggapi hal tersebut,Kepala Dinas DLHK Polman, H.Faisal Katohidar, mengungkapkan bahwa selama ini pihak dapur tidak pernah kami dilibatkan dalam pembangunan ipal didapur MBG, sehingga bermasalah dan menjadi sorotan", ungkapnya.

COMMENTS