Pandeglang - Radaristana.com Sabtu: 23/01/2021 Sekretaris Jenderal Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Riyan Hidayat menyoroti terkait de...
Pandeglang - Radaristana.com Sabtu: 23/01/2021
Sekretaris Jenderal Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) Riyan Hidayat menyoroti terkait dengan DPR RI yang telah menyetujui Komjen Listyo Sigit Prabowo menjadi Kapolri Baru.
Riyan mengatakan, bahwa pengangkatan tersebut terbilang mulus tanpa hambatan. Namun menurutnya di masyarakat ada banyak kalangan yang mempertanyakan apa alasan paling rasional sehingga Presiden Jokowi memilih Komjen Sigit dari 5 nama yang diusulkan Kompolnas. Jum'at (22/1).
"Mohon pak Jokowi kasih statemen yang rasional. Prestasi apa yang membuat pak Sigit bisa melangkahi senior-seniornya menjadi Kapolri?," Demikian Sekjend PGK mempertanyakan.
Menurutnya track record Komjen Sigit selama ini biasa saja, tidak ada prestasi yang menonjol atau istimewa, "Selama menjadi Kapolda Banten biasa saja, Kadiv Propam standar saja, lalu saat menjadi Kabareskrim masih banyak kasus yang mengawang. Emosi Publik soal kasus hukum Joko Candra belum selesai. Terbunuhnya 6 Laskar FPI juga belum selesai. Belum lagi kasus kerusakan alam disebabkan oleh eksploitasi perusahaan kongolomerasi yang semakin parah yang hari ini membuat bencana terjadi dimana-mana," Ungkap sosok yang merupakan mantan Ketua BEM UIN Jakarta itu.
Riyan melanjutkan, dengan track record tersebut, dirinya masih mempertanyakan mengapa sosok Komjen Sigit bisa melampaui senior-seniornya dari angkatan 87 sampai 90. Padahal, banyak diantara seniornya itu merupakan peraih Bintang Adhi Makayasa atau lulusan terbaik di angkatannya dan punya prestasi cemerlang selama berkarir di Polri.
"Menurut saya, Pak Jokowi terlalu jauh masuk ke internal Polri, terpilihnya Pak Sigit patut diduga sangat politis, karena berdasarkan kedekatan dengan Presiden. Sistem rekruitmen ini jelas menjadi preseden buruk dalam penganggkatan pimpinan Polri. Karena itu bagi perwira Polri lainnya, tak perlu memperbanyak prestasi untuk memiliki karir bagus di Polri, cukup mendekatkan diri dengan penguasa atau politisi saja. Kalo begitu untuk apa ada pelembagaan Adhymakayasa ?, kita berdoa semoga Polri tidak sampai membentuk Parpol," Tandasnya
Rohmat

COMMENTS