Parepare,Radaristana— Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, melakukan kunjungan kerja di Kota Parepare,...
Parepare,Radaristana—
Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A, melakukan kunjungan kerja di Kota Parepare, Jumat, 25 Juli 2025.
Dalam rangkaian kunjungan perdananya ke kota kelahiran mantanb Presiden BJ Habibie, sejumlah agenda spiritual dan akademik dilaksanakan.
Menteri Agama bersilaturahmi dengan Wali Kota Parepare beserta jajaran di Rumah Jabatan Wali Kota Parepare,sekitar pukul 11.00 Wita.setelah itu,Prof.Dr.K.H Nasarudin Umar menjadi khatib Salat Jumat di Masjid Raya Kota Parepare, Maskid yang menjadi ikon sentral keagamaan di kota ini.
Ketua Pembangunan Masjid Raya, H. Abdul Latif Hafid, menyampaikan apresiasinya atas dipilihnya masjid tersebut sebagai lokasi utama pelaksanaan Salat Jumat bersama masyarakat. “Kami merasa terhormat, ini menjadi momentum memperkuat ukhuwah dan spirit keberagaman dari seorang tokoh nasional,” ujarnya.
Agenda kunjungan ditutup dengan Kuliah Umum dan peresmian Gedung Laboratorium Terpadu di Auditorium IAIN Parepare. Kehadiran Menteri Agama di kampus keislaman itu diharapkan memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga pendidikan dalam menghadirkan riset keislaman yang inklusif dan berdaya saing.
Terpisah, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Parepare, M. Anwar Amir, membenarkan agenda kunjungan tersebut. Ia menyebut kegiatan ini bukan hanya seremonial, tetapi menjadi bagian dari ikhtiar membangun ekosistem pendidikan dan moderasi beragama di Parepare.
Sebelumnya, Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. K.H. Nasaruddin Umar, M.A., juga melaksanakan rangkaian kunjungan kerja di Kota Makassar. Di Makassar, Kamis, 24 Juli.2025, Menteri Agama meresmikan Rumah Sakit UIN Alauddin Makassar yang berlokasi di Kampus Lama, Jl. Sultan Alauddin.
Ia didampingi Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan Wakil Wali Kota, Aliyah Mustika Ilham. Rumah sakit ini menjadi tonggak baru kolaborasi sektor pendidikan, layanan kesehatan, dan spiritualitas Islam.
Prof. Nasaruddin menyampaikan bahwa Rumah Sakit UIN Alauddin memiliki posisi strategis, bukan hanya geografis, tetapi juga konseptual. “Kami ingin rumah sakit ini menjadi unggul karena mampu menggabungkan metode pengobatan ilmiah dengan kearifan lokal.
Dulu, masyarakat Nusantara hidup bersahabat dengan alam tanpa rumah sakit, tapi tetap sehat,” ungkapnya dalam sambutan. Ia berharap rumah sakit pendidikan tersebut dapat menjadi model integratif antara ilmu kedokteran modern, nilai tradisional, dan spiritualitas keislaman, selaras dengan visi keberlanjutan dan kemanusiaan.(Skr)

COMMENTS