BATANG - Radar Istana.com 100 hari kinerja Bupati Batang telah berlalu, beberapa proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batang berj...
BATANG - Radar Istana.com
100 hari kinerja Bupati Batang telah berlalu, beberapa proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batang berjalan, tentunya hal ini tidak terlepas dari adanya kontribusi kontraktor lokal.
Dengan kreatifitas dan tangan dingin mereka terus berkarya dalam bidangnya dengan tujuan membangun Wajah Kabupaten Batang menjadi semakin indah dan cantik.
Namun sayang pembenahan Kabupaten Batang dengan pembangunan infrastruktur rupanya juga menjadi daya tarik bagi kontraktor luar daerah yang mampir dan sekadar ingin menikmati keuntungan finansial dari perkembangan pembangunannya yang menggiurkan.
Tanpa disadari, kontraktor-kontraktor lokal lah yang telah bersusah payah membangun dan memperindah Kabupaten Batang walaupun dengan anggaran yang minim, bahkan keuntungan yang hampir sama sekali tidak ada.
Sekjen Konsorsium kontraktor Kabupaten Batang, Dony Feri Kurniawan ST selaku direktur CV. Wastu Cipta Mandiri mengeluhkan kebijakan Kelompok Kerja (Pokja) yang menurutnya tidak mengutamakan rekanan kontraktor lokal, sehingga pihaknya menduga bahwa adanya unsur pesanan dari pihak tertentu.
“ Terus terang kami kecewa pada pelelangan paket trotoar jalan Re. Martadinata, kami sebagai kontraktor lokal mengikuti tatib dan segala persyaratan yang ditentukan panitia kami sudah penuhi, namun ada satu persyaratan dukungan batu andesit, untuk tandatangan menggunakan proses scener dikarenakan direktur pada saat itu sedang menjalani proses pengobatan di Bandung Jawa Barat,”tuturnya kepada awak media, Kamis (14/8/25).
Terkait hal tersebut Dony menambahkan, pihak pendukung juga sudah mengkonfirmasikan bahwa pihaknya mengetahui terkait adanya scanner tandatangan, dan bahkan sesuai yang diminta pihak Pokja, pemberi dukungan juga telah membuat lagi dokumen dengan tandatangan dan stampel basah serta telah diklarifikasi secara langsung.
“Saya menduga Pokja yang di ketuai oleh K , tidak memiliki kebijakan sama sekali, karena setelah semua persyaratan yang sudah kami penuhi dan adapun ketidak sesuaian juga telah kami perbaiki seperti yang diminta Pokja, namun kecewanya jami justru menjelang penentuan pemenang malah CV kami di gagalkan dalam lelang paket tersebut. Padahal persoalan yang dipermasalahkan hal sepele dan sudah jelas klarifikasnya sehingga kami menduga adanya dugaan pesanan dari pihak lain,” tambah Doni.
Sementara itu , ketua harian konsorsium kontraktor Kabupaten Batang Imawan Bromo juga mengungkapkan adanya indikasi atau dugaan “pesanan tertentu” terutama pada paket bina marga pada pengerjaan jalan dan jembatan.
“Saya mengatakan itu karena dari beberapa penawaran atau paket lelang yang didapatkan itu pemenangnya yang tertinggi, misal dari 5 penawar atau 10 itu yang menang nomer 10, seperti paket di Jl. A Yani, terus trotoar Jl. Re Martadinata itu, dan rata-rata dari putra daerah dikalahkan hanya karena persoalan sepele yang sebetulnya tidak terlalu tekhnis. Jadi indikasi adanya “pesanan tertentu” itu khusu untuk pengerjaan jalan dan jembatan, kalau paket-paket yang lain seperti pengerjaan gedung memang saya kira tidak ada,” terang Bromo.
Bromo juga menambahkan, dibandingkan kontrktor luar daerah, sudah pasti rekanan lokal dengan mempekerjakan masyarakat lokal, uang yang dikeluarkan untuk proyek pembangunan otomatis tetap berada di dalam komunitas lokal, sehingga dapat meningkatkan ekonomi lokal.
“Kontraktor lokal pasti akan mempekerjakan pekerja lokal, sehingga dapat mengurangi pengangguran, dan kontraktor lokal juga memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kebutuhan dan kondisi lokal sehinggal lebih bisa menyediakan solusi yang tepat dan efektif, serta meningkatkan ekonomi lokal, saya kira hal ini juga adalah bentuk dari implementasi otonomi daerah,” pungkasnya.
Sebagai tambahan informasi, proyek lelang jalan R.E. Martadinata menggunakan alokasi anggaran senilai kurang lebih 1,8 miliar. Hingga berita ini diterbitkan belum ada keterangan dari pihak Pokja Kabupaten Batang.
(FNS)

COMMENTS