Polman,Radaristana.Com- Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Penelitaian Aset Negara Aliansi Indonesia mempertanyakan proses penyelidikan temua...
Polman,Radaristana.Com-
Lembaga Swadaya Masyarakat(LSM) Penelitaian Aset Negara Aliansi Indonesia mempertanyakan proses penyelidikan temuan dugaan rokok palsu ratusan kardus yang ditemukan Polsek Binuang di Desa Kuajang, Kecamatan Binuang, Kabupaten Polewali Mandar(Polman)pada Rabu,10/12/2025.
Ketua LSM Lembaga Penelitian Aset Negara Aliansi Indonesia DPW Sulaweai Barat, Alimuddin HR yang lebih akrab disapa Aco Bulu mempertanyakan tindak lanjut penyelidikan temuan ratusa kardus rokok yang diduga palsu. "Kasus temuan rokok yang diduga palsu tersebut telah beredara di Media Sosial", ungkap Alimuddin HR.
Ia berharap kepada pihak Polres Polman agar penanganan rokok yang diduga palsu itu dilakukan secara profesional,teransparan dan dipublikasikan lewat Media.", jelas Alimuddin.
Menaggapi hal tersebut, Radaristana mencoba melakukan penelusuran dengan menemui Kapolsek Binuang,Iptu Rahman,Sos,Msi di Kantor Polsek,Senin,16/12/2025 untuk dikonfirmasi terkait proses tindak lanjut penyelidikan penemuan dugaan rokok palsu di Wilayah kerjanya, namun H. Rahman tidak bisa berkomentar banyak terkait kasus tersebut.Ia hanya akui,bahwa benar memang kami telah menemukan ratusan kardus rokok disalah satu gudang di Desa kuajang, namun proses penyelidikan dilakukan oleh Polres Polman.
"Penemuan tersebut bukan dari hasil pengkerebekan,namun paginya,Rabu,10/12,kami menerima informasi dari salah satu Guru SDN 041 lemo, bahwa telah terjadi pencurian disekolahnya dan kehilangan sejumlah barang-barang milik sekolah, termasuk 10 unit chromebook dan barang-barang lain nya. Selain itu, ada salah satu rumah yang juga kebetulan kosong ikut kecurian tabung gas elfpiji.Ditempat itulah warga menyampaikan kekami, bahwa ada gudang disana mencurigakan karena nanti tengah malam beroperasi
"Setelah itu,kami bersama warga menuju ke gudang tersebut. Setelah kami tiba digudang, sejumlah warga mengetuk-ngetuk pintu gudang, akhirnya pintu terbuka, kami langsung masuk dan menemukan sejumlah rokok yang diduga palsu", ungkap Ipda Rahman. ", Senin,16/12/2025.
Kapolsek tambahnya,pagi hari itu juga saya menelpon Kasat reskrim, terkait keberadaan gudang, diduga tempat penampungan rokok diduga ilegalilegal,namyn sebelum kasat reskrim tiba dilokasi, saya lebih awal meninggalkan tempat karena pagi hari itu juga saya harus berangkat ke Polda Sulbar. Kalau mau konfirmasi silahkan ke Polres", pungkas Ipda Rahman.
Setelah dari Polsek, Radaristana langsung menemui Kanit Tipiter, Ipda Tandang,Strk,namun Tandang hanya menjelaskan, bahwa saya tidak bisa berkomentar terkait itu, yang berhak berkomentar adalah Kasi Humas, karena saya hanya sebagai pelaksana", kata Tandang,Senin,16/12 diruang kerjanya.
Radaristana pun menemui Kasi Humas Polres Polman, Iptu Muhapris,Rabu,19/12/2025.MuhamHapris juga tidak bersedia di Konfirmasi, karena ia harus komunikasi dulu sama Pak Kapores", kata Kasi Humas Muhapsir.(Skr).
.jpg)
.jpg)
COMMENTS