Pandeglang - www.radaristana.com Ketua Pergerakan Pemuda Peduli Banten (P3) Arip Wahyudin alias ekek mengapresiasi operasi tangkap tangan (...
Pandeglang - www.radaristana.com
Ketua Pergerakan Pemuda Peduli Banten (P3) Arip Wahyudin alias ekek mengapresiasi operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Provinsi Banten. Langkah tersebut dinilai sebagai bentuk penegakan hukum agar berjalan adil dan dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat di Bumi Iman dan Taqwa.
Ekek juga menyatakan dukungan penuh kepada KPK agar bekerja secara profesional dan independen. Mereka berharap seluruh instansi di lingkungan Pemerintah Provinsi Banten menjalankan tugas sesuai dengan fungsi dan kewenangannya.
Selain itu, Ketua P3B mendorong KPK untuk mengembangkan penyelidikan secara menyeluruh. Dugaan kerugian negara di lingkungan Pemprov Banten dinilai cukup besar, khususnya di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) serta Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPRKP).
Sejumlah program yang disorot meliputi pembangunan dan peningkatan kualitas prasarana, sarana, dan utilitas (PSU) permukiman berupa jalan lingkungan, serta program infrastruktur dan pembangunan jembatan. Dugaan kerugian negara disebut tidak hanya terjadi di dua instansi tersebut.
Dugaan serupa juga disinyalir terjadi di Kantor Kementerian Agama Provinsi Banten. Program Bantuan Kinerja dan Bantuan Afirmasi (BKBA) periode 2022–2024 disebut berpotensi menimbulkan kerugian negara dengan nilai yang cukup besar.
Selain itu, perhatian Arip Wahyudin juga tertuju pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten. Sejumlah proyek pembangunan sekolah di berbagai wilayah Banten diduga bermasalah dan berpotensi merugikan keuangan negara. Bahkan, sejak proses lelang hingga penandatanganan kontrak, proyek-proyek tersebut diduga kuat sarat kecurangan, tutupnya. ( 18/12/2025 )
( din )

COMMENTS