Polman,Lingkar Nusantara- Setelah Menghibahkan lokasi(tanah)milik peribadinya ke Sekolah Rakyat(SR),kini Bupati Kabupaten Polewali Mandar(...
Polman,Lingkar Nusantara-
Setelah Menghibahkan lokasi(tanah)milik peribadinya ke Sekolah Rakyat(SR),kini Bupati Kabupaten Polewali Mandar(Polman),H.Samsul Mahmud kembali lagi menghibahkan sebidang tanah untuk pembangunan Pondok Pesantren di Desa Bala, Kecamatan Balanipa.
Langkah ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian dan komitmen nya dalam memperkuat pembangunan sumber daya manusia berbasis ke Agamaan melalui kebijakan filantropi yang berorientasi pada keberlanjutan pendidikan Islam di Kabupaten Polewali Mandar.
Dalam sebuah langkah strategis yang sarat nilai sosial dan spiritual, Samsul Mahmud secara resmi menghibahkan sebidang tanah milik pribadi untuk pembangunan sekolah sekaligus pengembangan pondok pesantren di Desa Bala, Kecamatan Balanipa.
Inisiatif ini dipandang sebagai upaya konkret dalam memperluas akses pendidikan berbasis keislaman, khususnya di wilayah perbatasan Kecamatan Balanipa dan Campalagian.
“Penyerahan sertifikat tanah ini merupakan bentuk hibah kepada Pesantren Jareqjeq di Desa Bala, Kecamatan Balanipa,” ujar Samsul Mahmud saat prosesi penyerahan yang berlangsung di kediamannya di Desa Mapilli Barat, Kecamatan Luyo, Kamis (26/3/2026) malam.
Secara simbolis, sertifikat tanah tersebut diserahkan kepada Makmur selaku tokoh masyarakat yang mewakili pimpinan Pondok Pesantren Jareqjeq, Abdul Syahid Rasyid. Penyerahan ini tidak hanya memiliki dimensi administratif, tetapi juga merefleksikan komitmen kepemimpinan yang mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dalam kebijakan publik.
Secara historis, kontribusi Samsul Mahmud terhadap pengembangan pesantren tersebut bukanlah fenomena baru. Berdasarkan dokumentasi pengelola pesantren, ia telah lebih dahulu mewakafkan satu unit bangunan asrama santriwati yang saat ini berdiri di Kampus 1 Pambusuang.
Infrastruktur tersebut hingga kini masih dimanfaatkan secara optimal sebagai sarana hunian dan pembinaan santriwati, sekaligus menjadi representasi konkret dari praktik kedermawanan yang berorientasi pada kepentingan umat.
Dari perspektif pembangunan pendidikan, langkah ini mencerminkan pendekatan partisipatif yang melibatkan aktor non-negara dalam memperkuat ekosistem pendidikan keagamaan. Hibah lahan dan wakaf fasilitas menjadi instrumen penting dalam mendorong akselerasi pembangunan infrastruktur pendidikan berbasis komunitas.
Pihak pesantren menyampaikan apresiasi mendalam atas kontribusi tersebut. Mereka menilai bahwa hibah ini berpotensi menjadi katalisator bagi pengembangan kapasitas kelembagaan pesantren, baik dari aspek sarana prasarana maupun kualitas pembinaan generasi muda.
“Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kesehatan, serta kemudahan dalam setiap urusan beliau. Apa yang diberikan menjadi amal jariyah yang terus mengalir dan bernilai di sisi-Nya,” ungkap pihak pesantren dalam pernyataan tertulis.
Ke depan, keberadaan lahan hibah ini diharapkan dapat segera ditindaklanjuti melalui pembangunan fasilitas pendidikan yang representatif.
Dengan demikian, pesantren di Desa Bala dapat berkembang menjadi pusat pendidikan keislaman yang tidak hanya mencetak generasi berilmu dan berakhlak, tetapi juga berkontribusi aktif dalam pembangunan sosial masyarakat Polewali Mandar, khususnya di Kecamatan Balanipa.

COMMENTS